Image and video hosting by TinyPic

Kelebihan Berat Badan Terbukti Bisa Bikin Sakit

img Satu lagi manfaat kenapa orang perlu menjaga berat badannya dalam kisaran normal. Penelitian menunjukkan kelebihan berat badan hingga masuk tahap obesitas akan memicu peradangan kronis di tubuh yang membuat orang gampang sakit.

Banyak orang berpikir, peradangan terjadi karena pembengkakan akibat cedera sendi atau sengatan lebah. Istilah peradngan dapat digunakan untuk menggambarkan pertahanan tubuh terhadap sesuatu yang asing, termasuk kelebihan lemak.

"Obesitas dapat menyebabkan peradangan kronis. Peningkatan lemak dalam tubuh bisa memicu produksi berbagai hormon dan sitokin (molekul kekebalan), yang semuanya dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh," kata Patricia Sheridan, PhD, seorang asisten peneliti profesor di University of North Carolina di Chapel Hill seperti dilansir Fitbie, Selasa (24/1/2012).

Sementara tubuh membutuhkan keseimbangan tertentu molekul kekebalan dalam rangka untuk menggerakkan respons yang kompleks dan terkoordinasi terhadap bakteri, virus dan benda asing lainnya.

Lemak tubuh yang berlebih mempengaruhi produksi sel-sel kekebalan tubuh. Sehingga mengganggu sinyal kekebalan tubuh dan tubuh mulai menyerang dirinya.

Peneliti di Michigan State University menemukan leptin yakni suatu hormon yang diproduksi oleh sel lemak. Hormon tersebut mengontrol nafsu makan dan seberapa cepat tubuh membakar kalori, juga meningkatkan respons kekebalan tubuh.

Semakin banyak memiliki lemak tubuh, maka leptin semakin banyak dalam aliran darah. Terlalu banyak hormon dapat menyebabkan resistensi leptin, titik di mana leptin tidak dapat lagi melakukan tugasnya. Para peneliti juga telah meneliti efek dari obesitas pada sistem kekebalan tubuh pada 119 mahasiswa perempuan di Arab Saudi.

Ketika membandingkan sampel darah, BMI dan rasio pinggang-pinggul (WHR), para peneliti mengamati bahwa BMI dan WHR berkorelasi dengan konsentrasi dari dua jenis yang paling umum dari sel darah putih yang melawan penyakit.

Para peneliti di King College di London menganalisis BMI dan jumlah hari sakit untuk jangka pendek dan jangka panjang penyakit di antara 625 orang yang bekerja untuk sistem transportasi publik London. Partisipan yang memiliki BMI 30 atau lebih tinggi rata-rata mengalami 4 hari sakit, per tahun dibandingkan dengan rekan kerja mereka lebih ramping.

Hasil penelitian tersebut telah diterbitkan dalam Occupational Medicine.

"Bukti juga menunjukkan bahwa, orang obesitas memiliki lebih banyak infeksi pernapasan dan lebih rentan terhadap infeksi virus, termasuk flu," kata Pamela Fraker, PhD, seorang profesor Biokimia dan Biologi Molekuler di Michigan State University.

Menurut laporan yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association, selama tahun 2009 jumlah pandemi H1N1 atau flu babi, lebih banyak terjadi pada orang obesitas.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons